Jadi Momok Menakutkan, Inggris Persiapkan Hadapi Adu Penalti

Meski gelaran Piala Dunia 2018 belum resmi dimulai dan babak fase grup juga tidak akan melangsungkan babak adu penalti, namun tim nasional Inggris sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi babak tersebut mengingat pengalaman buruk di masa lalu.

Tercatat dalam tujuh kali kesempatan menjalani babak adu penalti di ajang akbar, tim nasional Inggris hanya mampu meraih satu kemenangan yakni dengan mengalahkan tim nasional Spanyol pada tahun 1996 di ajang Piala Eropa.

Melihat catatan negatif tersebut, Jordan Pickford yang kemungkinan akan dipercaya menjadi kiper utama The Three Lions menyusul absennya Joe Hart dalam Piala Dunia 2018 kali ini mengungkapkan telah melakukan antisipasi untuk menghadapi babak adu penalti nantinya guna bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

“Kami telah melakukan beberapa ujicoba di sesi latihan dan melakukan persiapan untuk menghadapi babak adu penalti,” buka penjaga gawang milik Everton itu.

“Kami memiliki penendang-penendang hebat untuk penalti dan kami sudah berlatih selama beberapa hari terakhir. Saya kira sangat sulit untuk mengantisipasi tendangan mereka,” tutup Pickford.

Piala Dunia 2018 di Rusia baru akan resmi dimulai pada tanggal 14 Juni nanti. Babak fase grup baru akan berakhir pada tanggal 28 Juni mendatang. Setelah itu baru akan memasuki babak knockout yang memungkinkan akan adanya babak adu penalti jika kedudukan imbang selama 90 menit waktu normal
ditambah 30 menit babak perpanjangan waktu.

Liverpool Rekrut Bintang AS Monaco

Runner-up Liga Champions musim ini, Liverpool sukses menjalin kesepakatan dengan AS Monaco untuk membajak bintang mereka, Fabinho.

“Pihak klub mengonfirmasikan telah terjadi kesepakatan dengan AS Monaco terkait transfer Fabinho. Transfer ini akan diselesaikan pada tanggal 1 Juli mendatang setelah menjalani tes medis dan penandatanganan kontrak untuk jangka panjang,” tulis pernyataan resmi Liverpool di salah satu akun mereka.

Meski demikian, tidak dijelaskan berapa biaya transfer yang harus dikucurkan oleh The Reds untuk bisa memboyong Fabinho dan berapa lama pemain asal Brasil itu akan dikontrak di Anfield Stadium. Namun diyakini Liverpool akan membayar tak kurang dari 39,3 juta Pounds. Angka ini masih bisa bertambah sebanyak 4,3 juta Pounds sebagai bonus yang akan dibayarkan oleh Liverpool terkait performa Fabinho nantinya.

Lini tengah Liverpool akan semakin sesak dengan kehadiran Fabinho musim depan. Apalagi pada musim panas tahun lalu The Reds juga sudah mencapai kesepakatan dengan RB Leipzig terkait kepindahan gelandang mereka Naby Keita pada musim depan.

“Saya sangat senang dengan kesepakatan ini. Saya selalu menginginkan hal ini karena mereka adalah salah satu tim besar di Eropa. Fasilitas di klub ini terlihat sangat luar biasa,” ujar Fabinho.

Musim ini Fabinho sukses menyumbangkan delapan gol dan lima assist bagi AS Monaco dalam 45 penampilan dirinya. Kehadiran pemain berusia 24 tahun ini semakin menguatkan rumor akan hengkangnya Emre Can ke Juventus pada bursa transfer musim panas ini.

Lebih Percaya Diri Dari Sebelumnya, Neymar Tampak Tenang Dalam Tim Samba

via : Blaugrana

POKER2228.com – Neymar yang telah absen sejak Februari lalu telah kembali dari Cederanya untuk bermain bersama Tim BRAZIL atau lebih dikenal tim samba.

Menanggapi kejadian ini, Kapten Timnas Brazil Thiago Silva Mengatakan bahwa Pemain berusia 26 tahun itu lebih tenang dan percaya diri. Bermain bersama di Paris Saint-Germain dan Brazil Membuat Thiago Silva Lebih mengenal Neymar dari siapapun.

“Benar dia sudah lama berada di brazil setelah lepas dari operasi, namun ia menunjukan konsistensinya dalam peningkatan mental dan ketekunan. Sangat Penting untuk menumbuhkan mental percaya diri untuk pertandingan di rusia.” Jelas kapten Tim Brazil tersebut

“Meski ia berada di level yang berbeda karena dia telah kehilangan waktu tiga bulan dalam masa pemulihan, namun dia itu pintar dan gigih. aku juga sering mengingatkan bahwa dalam menjalani masa yang buruk tentu masa yang baik akan datang setelahnya.” Pungkasnya kembali

Tim Brazil dalam perhelatan Pentas Piala dunia akan berada dalam satu grup bersama Swiss, Kosta Rika dan Serbia Montenegro akan menjadi Tim Favorit dalam Babak penyisihan nanti.

Terlepas dari Cedera Neymar, Brazil yang mengalami tren positif dalam tiga pertandingan terakhir seperti , Brazil 3-1 Chili , Rusia 0-3 Brazil, Jerman 0-1 Brazil membuat semua lini menjadi percaya diri.

Thiago Silva sendiri sangat menanggapi dengan positif dan semangat dalam asuhan Pelatih Tite. Menurutnya berkat Tite Kemampuan individual dalam tim Brazil bisa berkembang hingga menjadi suatu tim yang solid.

“Sejak Tite Masuk, Kami menjadi berbeda dan kami bermain di level yang lebih tinggi. Pencapaian luar biasa yang kami torehkan tentu berkat dari Pelatih. Kami mempunyai Ambisi dan tujuan untuk mengembalikan kejayaan Brazil dalam pentas piala dunia.” Cetusnya

Kepergian Iniesta Menjadi Kehilangan Besar Bagi Barcelona

Gelandang muda Barcelona, Denis Suarez menyatakan bahwa hengkangnya Iniesta akan menjadi kehilangan yang besar bagi Barcelona pada musim depan. Ia menilai hal itu akan berdampak pada keseimbangan tim baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dipercaya sebagai kapten tim selepas kepergian Xavi Hernandez, Iniesta memiliki peran penting baik di dalam lapangan maupun di ruang ganti. Apalagi Iniesta diketahui sosok yang sangat dekat dengan rekan-rekan setimnya.

“Kepergian Iniesta akan meninggalkan lubang yang harus diisi oleh pemain lain. Namun ia akan selalu diingat sebagai legenda di klub ini,” buka Denis Suarez.

“Di dalam lapangan ini tentu akan menjadi kehilangan yang besar mengingat apa yang telah ia lakukan dan wariskan kepada klub ini selama ini. Di ruang ganti ia adalah kapten kami dan meskipun ada pemain yang mengambil peran tersebut. Kami mendoakan yang terbaik untuk dirinya karena ia memang sangat layak mendapatkannya,” sambungnya.

Denis Suarez yang berposisi sama dengan Iniesta mengaku telah belajar banyak dari seniornya tersebut. Pemain yang sempat berkarier bersama Villarreal itu mengaku selalu memperhatikan permainan Iniesta selama menjalani sesi latihan.

“Saya telah belajar sangat banyak darinya karena kami bermain di posisi yang sama. Saya selalu fokus untuk melihat apa yang ia lakukan di sesi latihan dan di dalam pertandingan. Hal itu untuk meningkatkan kemampuan bermain saya,” tambahnya.

“Saya kira kami tidak akan bisa mencari penggantinya dan tidak mungkin ada pemain lain yang bisa menggantikan dirinya. Namun itulah hal yang terjadi saat ini dan kami harus menghadapinya,” tutupnya.

Legenda Liverpool Sebut Musim Depan Akan Berat Untuk Karius

Kiper Liverpool, Loris Karius mungkin menjalani pertandingan terburuk sepanjang kariernya saat melakukan dua blunder di partai Final Liga Champions melawan Real Madrid. Meski demikian, legenda The Reds, Steven Gerrard mengaku tidak menyalahkan Karius. Namun ia memprediksikan mungkin musim depan akan menjadi musim yang sangat berat untuk Karius menyusul blunder fatal tersebut.

Dalam pertandingan yang berkesudahan dengan kemenangan 3-1 Real Madrid itu Karius memang mencuri perhatian banyak orang. Namun hal itu bukan karena performa apik yang ia tunjukkan melainkan blunder yang berakibat terjadinya dua gol dari El Real.

Karius yang mengetahui kesalahan yang telah ia perbuat langsung meminta maaf kepada seluruh fans dan anggota klub ketika pertandingan berakhir.

Gerrard yakin bahwa kesalahan yang terjadi itu merupakan ketidak sengajaan dari Karius dan ia juga memuji sikap Karius yang langsung meminta maaf atas kesalahan yang telah ia lakukan itu.

“Tidak ada orang yang akan membuat kesalahan dengan sengaja. Ia telah melakukan hal yang tepat dengan langsung meminta maaf kepada seluruh fans,” buka Gerrard.

“Saya mengapresiasi sikapnya yang langsung meminta maaf kepada seluruh pihak atas kesalahan yang ia lakukan. Itu adalah langkah yang sangat tepat. Fans Liverpool akan terus mendukung dirinya sama seperti saat ia berada di puncak kariernya,” tambahnya.

“Akan tetapi, ia tetap harus menyadari apa yang telah terjadi. Saya kira ia akan menjalani musim depan yang sangat berat dan mungkin hal itu akan berlangsung sepanjang musim panas ini,” tutup mantan kapten Liverpool tersebut.

Butland Akui Idolakan Joe Hart

Joe Hart harus melewatkan gelaran Piala Dunia 2018 ini usai namanya tidak termasuk ke dalam skuat Inggris yang akan berangkat ke Rusia untuk menjalani kompetisi empat tahunan tersebut.

Pelatih Gareth Southgate memang telah mengumumkan skuat timnya yang akan berlaga di Rusia bulan depan. Dalam skuat Inggris tersebut terdapat beberapa kejutan karena beberapa pemain senior tidak diikutkan oleh Southgate.

Beberapa nama besar yang harus absen membela Inggris di Piala Dunia kali ini antara lain, gelandang milik Arsenal, Jack Wilshere. Selain Wilshere, bek Manchester United, Chris Smalling juga harus melewatkan gelaran Piala Dunia kali ini. Namun yang paling mengejutkan adalah keberanian Southgate untuk mengeluarkan Hart dari skuat Inggris dan lebih memilih membawa Nick Pope, Jordan Pickford, dan Butland ke Rusia bulan depan.

Seperti diketahui, saat ini Hart merupakan kiper paling berpengalaman di skuat tim nasional Inggris. Namun Southgate menilai performa Hart musim ini tidak bisa dibilang bagus karena dirinya terlihat beberapa kali kesulitan bersaing dengan Adrian saat menjalani peminjaman bersama West Ham United.

Butland yang berhasil mengamankan satu tempat di skuat The Three Lions mengaku bahwa dirinya masih menjadikan Hart sebagai idola terlepas dari kegagalan yang dialami Hart untuk menembus skuat tim nasional Inggris kali ini.

“Saya rasa kita semua akan terkejut dengan keputusan yang diambil oleh pelatih. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat berani. Saya telah berbicara dengan Joe dan saya tahu dirinya sangat kecewa setelah mengetahui hal ini,” ucap Butland.

“Saya sudah sangat lama mengenal Joe. Ia merupakan pahlawan saya ketika saya masih berumur 14 tahun dan sampai saat ini dia masih menjadi idola saya,” tambahnya.

“Saya kira ini pernyataan penting yang bisa saya sampaikan karena terkadang kita tidak bisa memberitahukan apa yang benar-benar ada dipikiran kita mengenai seseorang,” pungkasnya.

Pato Masih Menjaga Asa Kembali Ke Milan

Klub dan kota Milan sepertinya telah membuat seorang Alexandre Pato benar-benar jatuh cinta. Pasalnya, hingga kini pemain asal Brasil itu masih menyimpan harapan untuk bisa kembali ke sana.

Pato memang sempat menjadi bagian penting dari AC Milan dari tahun 2007-2013. Akan tetapi, usai mengalami cedera Pato menjalani karier yang tidak konsisten bersama Rossoneri. Tercatat selama berkarier di Milan Pato membukukan 150 penampilan dengan catatan 63 gol.

Usai performa yang terus menurun, Pato akhirnya dilepas Milan ke klub asal Brasil, Corinthians. Pato juga sempat menjalani dua kali masa peminjaman bersama dengan Chelsea dan Sao Paulo sebelum dijual ke klub asal Spanyol, Villarreal.

Kini ia menjalani karier di Liga Super China bersama dengan Tianjin Quanjian. Performa Pato terlihat sangat meyakinkan dengan catatan 22 gol dari 33 penampilan yang ia jalani. Meski berhasil menampilkan performa apik bersama dengan Tianjin, namun Pato mengaku masih sangat berharap untuk bisa kembali berkarier bersama dengan AC Milan.

“Saat ini Milan dimiliki oleh pemilik China dan saya telah jatuh cinta dengan sepakbola Italia. Saya sangat menyukai kota dan klub disana jadi ketika ada tawaran bergabung maka saya kira tidak mungkin untuk tidak menerima tawaran tersebut,” ucap Pato.

“Saat ini saya masih terikat kontrak setahun disini. Namun jika memang Gennaro Gattuso menghubungi saya untuk mencari seorang striker, maka saya siap untuk kembali bermain di Italia,” pungkasnya.

Akhiri Kontrak Sarri, Napoli Angkat Ancelotti

Masa Kerja Maurizio Sarri akhirnya berakhir bersama dengan Napoli. Usai kepastian tersebut, Partenopei langsung mendapatkan pelatih anyar untuk menggantikan Sarri yakni Carlo Ancelotti.

Beberapa pekan terakhir masa depan Sarri memang terus dipertanyakan menyusul keraguan dirinya untuk bertahan atau hengkang dari Napoli pada musim depan.

Napoli yang tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan kepastian akhirnya memilih untuk tidak memberikan kontrak anyar lagi kepada pelatih berusia 59 tahun tersebut. Meski demikian, Aurelio De Laurentiis selaku presiden klub menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan oleh Sarri kepada Napoli selama tiga tahun terakhir.

“Saya sangat berterima kasih kepada Sarri atas apa yang telah ia berikan kepada klub ini. Ia menghadirkan prestise dan emosi untuk seluruh fans kami di seluruh dunia dengan memainkan sepakbola menyerang yang sangat menghibur dan dikagumi di mana-mana,” tulis De Laurentiis di salah satu akun resminya.

Sarri mulai dipercaya menangani Napoli sejak tahun 2015 silam. Selama menangani klub asal Naples itu, Sarri sukses membawa Napoli finish sebagai runner-up selama dua musim dan sekali mengakhiri musim di posisi keiga klasemen Serie A.

Musim ini Napoli dibawa tampil gemilang dengan berhasil meraih 91 poin. Itu merupakan poin tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicatatkan oleh Napoli meski mereka gagal meraih gelar Scudetto musim ini.

Tercatat Sarri sukses membukukan 148 penampilan bersama dengan Napoli dengan rincian meraih 98 kemenangan dan masing masing 25 laga diakhiri dengan hasil imbang dan kekalahan.

Usai menyampaikan salam perpisahan kepada Sarri, De Laurentiis langsung mengumumkan kesepakatan kontrak yang telah dijalin Napoli dengan Carlo Ancelotti. Mantan pelatih AC Milan itu dikontrak dengan durasi tiga tahun ke depan.

“Pihak klub dengan gembira menyampaikan kesepakatan kontrak yang terjalin dengan Carlo Ancelotti. Ia akan memimpin tim selama tiga tahun ke depan,” tulis pernyataan resmi Calcio Napoli.

“Ancelotti belum kembali melatih sejak dipecat oleh Bayern Munich pada bulan September tahun lalu. Ini juga merupakan kepulangan pertama Ancelotti ke ajang Serie A setelah hampir satu dekade melatih di luar Italia.

Romero lewatkan Piala Dunia 2018

Kabar buruk menghampiri skuat tim nasional Argentina jelang perhelatan Piala Dunia 2018 bulan depan. Salah satu penggawa La Albiceleste, Sergio Romero dipastikan absen dalam ajang tersebut karena mengalami cedera lutut.

Penjaga gawang Manchester United itu sebenarnya menjadi salah satu dari tiga kiper yang akan dibawa oleh pelatih Jorge Sampaoli ke Rusia bulan depan. Nama Romero masuk ke dalam daftar skuat yang telah diumumkan pada awal pekan ini.

Akan tetapi, akibat cedera lutut yang dialami oleh Romero beberapa saat usai pengumuman daftar skuat membuat tim nasional Argentina mencoret nama Romero dari daftar tersebut.

“Lutut kanan Sergio Romero mengalami masalah karena adanya penyumbatan di bagian sendi. Melihat kondisi dirinya saat ini, tim akhirnya harus mengambil keputusan dengan mencoret namanya dari daftar skuat yang akan dibawa ke Rusia bulan depan,” bunyi pernyataan Federasi Sepakbola Argentina (AFA).

Usai pencoretan tersebut, pihak federasi langsung memasukkan nama penjaga gawang milik klub Tigres UANL, Nauel Guzman. Ia akan bersaing bersama dengan Willy Caballero dan Franco Armani untuk mengamankan posisi sebagai penjaga gawang utama Argentina dalam turnamen empat tahun tersebut.

Tim nasional Argentina tentu menargetkan gelar juara kali ini usai pada gelaran sebelumnya hanya mampu menjadi runner-up usai ditaklukkan oleh Jerman di laga final. Argentina yang tergabung di Grup D kali ini akan mendapatkan hadangan dari Nigeria, Kroasia dan Islandia dalam upaya mereka untuk bisa lolos ke babak fase knockout.

Cazorla Resmi Tinggalkan Arsenal

Gelandang asal Spanyol, Santi Cazorla dapat bergabung bersama dengan tim lain secara gratis pada musim depan setelah pihak Arsenal tidak memberikan perpanjangan kontrak kepada dirinya usai kontrak sang pemain berakhir pada akhir musim ini.

Sejak direkrut dari Malaga pada tahun 2012 lalu, Cazorla sebenarnya menjadi salah satu pemain andalan di lini tengah The Gunners. Tercatat ia berhasil membukukan 180 penampilan dengan sumbangsih berupa 29 gol dan 46 assist. Ia juga berhasil mengangkat dua gelar piala FA bersama dengan Arsenal.

Namun cedera achilles yang dialami Cazorla membuat kariernya terhambat bersama dengan Arsenal. Akibat cedera tersebut, ia harus menjalani berbagai operasi yang memaksa dirinya harus menepi dari lapangan dalam waktu yang lama.

Kepastian hengkangnya Cazorla ini langsung disampaikan oleh pihak klub Arsenal dalam salah satu akun resmi mereka. Dalam keterangan tersebut pihak The Gunners berterima kasih atas apa yang telah diberikan oleh Cazorla selama berkarier bersama dengan klub London Utara tersebut.

Sang pemain juga tidak lupa memberikan ucapan perpisahan untuk seluruh tim dan fans The Gunners. Ia mengaku merasa sedih karena harus meninggalkan Emirates Stadium pada musim depan.

“Saya merasa sedih untuk meninggalkan klub ini setelah sebelumnya berhasil meraih beberapa momen yang hebat di dalam karier saya. Saya sangat menikmati waktu bersama klub ini selama ini dan momen-momen hebat yang kami catatkan akan selalu saya ingat selalu nantinya,” buka Cazorla.

“Momen terhebat adalah saat kami berhasil meraih gelar piala FA tahun 2014. Itulah momen yang sangat spesial untuk saya dan juga pihak klub. Saya ingin berterima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan kepada saya selama ini dan saya bangga menjadi bagian dari klub hebat ini,” tutupnya.