Masa Depan Icardi Sepenuhnya Ditentukan Inter Milan

Penyerang andalan Inter Milan, Mauro Icardi menegaskan bahwa masa depan dirinya akan sepenuhnya ditentukan oleh keputusan pihak klub pada bursa transfer musim panas nanti. Jika Inter Milan menganggap masih membutuhkan dirinya maka dirinya akan bertahan dan begitu juga sebaliknya jika pihak klub memutuskan untuk melepas dirinya maka ia akan bergabung dengan tim lain jika itu memang keputusan terbaik untuk Inter Milan.

Beberapa musim terakhir nama Icardi memang menjadi pemain kunci Inter Milan. Hal itu juga terjadi pada musim ini. Pemain binaan La Masia itu tercatat sukses mencatatkan 28 gol di ajang Serie A musim ini.

Melihat ketajaman yang ditunjukkan oleh Icardi dalam beberapa musim terakhir, maka tidak heran bahwa banyak klub besar Eropa yang diyakini tertarik untuk bisa mendapatkan jasanya musim depan.

“Saya akan mengatakan hal yang sama seperti pada musim-musim sebelumnya. Jika memang pihak klub masih menginginkan saya disini maka saya akan bertahan dan jika memang klub memutuskan untuk melepas saya maka saya akan pergi untuk bergabung bersama dengan tim lain,” ucap Icardi.

Salah satu tim yang diyakini paling serius untuk bisa mengamankan tanda tangan Icardi adalah raksasa asal Spanyol, Real Madrid. Tim besutan pelatih Zinedine Zidane itu kabarnya ingin menjadikan Icardi sebagai pengganti dari Karim Benzema dan untuk memuluskan niat tersebut pihak Los Merengues siap untuk menebus klausul pelepasan Icardi yang senilai 110 juta Euro.

“Seperti biasa saya selalu berusaha untuk memberikan kemampuan terbaik untuk tim dan hal itu juga terjadi musim ini. Setelah musim ini berakhir akan ada pembicaraan dan kami akan mencari keputusan terbaik untuk semua pihak,” tutupnya.

Dikabarkan Merapat Ke MLS, Rooney Mendapat Dukungan Dari Mantan Manajer

Major League Soccer kabarnya akan kedatangan satu bintang besar pada musim kompetisi mendatang setelah Wayne Rooney disebut-sebut siap memulai karier disana mulai musim depan. Mendengar kabar tersebut, beberapa pihak mendukung Rooney untuk mengambil langkah tersebut.

Sinar terang Rooney memang terlihat mulai meredup dalam beberapa musim terakhir. Sempat menjadi salah satu penyerang paling menakutkan di ajang Premier League, dalam dua musim terakhir dirinya bersama Manchester United, Rooney hanya mampu menciptakan total 13 gol di ajang liga.

Dengan torehan tersebut, Rooney akhirnya memilih untuk pulang kembali ke tim masa kecilnya Everton pada awal musim ini. Sempat tampil impresif di awal musim, performa Rooney mulai menurun dan tercatat hanya mampu menyumbangkan 10 gol untuk The Toffees dari 31 laga yang ia jalani di ajang Premier League.

Penurunan performa Rooney disebut-sebut karena faktor pergantian posisi manajer Everton dari Ronald Koeman ke Sam Allardyce. Rooney disebut kurang cocok dengan gaya permainan yang diterapkan oleh Allardyce saat ini. Melihat situasi Rooney tersebut, banyak pihak yang meyakini bahwa Rooney saat ini akan mengambil langkah untuk hijrah ke ajang MLS dan disebutkan bahwa saat ini top skorer sepanjang masa Manchester United itu telah menjalin kesepakatan dengan salah satu klub MLS, DC United.

Mengetahui hal tersebut, Jose Mourinho yang merupakan pelatih Manchester United saat ini memberikan dukungan kepada mantan anak asuhnya tersebut.

“Saat dirinya memulai karier bersama dengan klub masa kecilnya yakni Everton, semua orang terkejut dengan talenta besar yang ia miliki. Kemudian ia memutuskan untuk bergabung bersama dengan Manchester United dan meraih karier yang luar biasa disana. Setelah itu ia kembali untuk memperkuat Everton lagi pada musim ini. Jadi saya kira ia telah menjalani karier yang sangat luar biasa di ajang Premier League,” buka Mourinho.

“Selanjutnya ia yang akan memutuskan kemana ia akan melanjutkan karier musim depan. Namun seperti yang kita tahu bahwa ada banyak pemain besar yang memutuskan untuk mengakhiri karier mereka di MLS seperti Gerrard, Lampard, Vieira dan saat ini Zlatan Ibrahimovic juga melakukan hal yang sama. Jadi jika ia memutuskan untuk memilih MLS saya harap dia akan menikmati waktu dan kariernya di sana,” ujar Mourinho.

“Kehadiran dirinya tentu akan mendapatkan banyak perhatian. MLS butuh pemain-pemain besar seperti mereka untuk bisa mendapatkan lebih banyak perhatian lagi dibandingkan dengan cabang olahraga yang lebih populer disana,” tutupnya.

Selain Mourinho, mantan pelatih Rooney di Everton dan Manchester United David Moyes juga memberikan dukungan andai benar Rooney memutuskan untuk berkarier di ajang MLS musim depan.

“Rooney menjadi salah satu pemain terbaik yang saya lihat di era sepakbola saat ini. Saya menikmati waktu bersama dirinya di Everton dan dirinya sangat membantu saya ketika saya berada di United. Jadi saya rasa jika memang ia memutuskan untuk bergabung bersama DC maka saya pastikan klub tersebut telah merekrut pemain yang sangat bagus. Ia mampu mencetak gol-gol spektakuler dan ia masih mempunyai banyak kualitas untuk bisa diberikan nantinya,” pungkas Moyes yang saat ini menjabat sebagai pelatih West Ham United.

Wenger : Manajer Baru Harus Setia, Jujur dan Menjaga Nilai Klub

Menjelang laga terakhirnya memimpin Arsenal akhir pekan ini, Arsene Wenger menyampaikan harapan dirinya kepada manajer baru yang akan dipercaya melatih Arsenal pada musim depan. Ia meminta agar siapapun penggantinya musim depan dapat menjaga nilai-nilai yang telah ada saat ini di Arsenal sebagai sebuah klub.

Nilai-nilai klub yang dimaksud Wenger adalah kejujuran, kesetiaan dan komitmen. Ketiga hal tersebut harus ditunjukkan oleh manajer Arsenal selanjutnya yang akan mengisi posisi kosong usai Wenger memimpin pertandingan The Gunners melawan Huddersfield Town di John Smith’s akhir pekan ini.

“Siapapun yang datang harus bisa memberikan hal terbaik dan menghormati semua yang dimiliki klub ini. Arsenal telah menjadi salah satu klub yang dihormati di dunia dan saya ingin mereka menjaga hal tersebut. Saya ingin dia membawa klub ini tampil dengan cara yang berbeda musim depan sehingga memberikan kesempatan bagi para pemain untuk melihat hal tersebut,” ucap Wenger.

“Meski demikian, saya ingin mengingatkan agar tetap menjaga apapun yang telah dibangun klub ini selama ini. Saya akui bahwa beberapa keputusan yang saya buat selama ini tidak disukai oleh fans, namun saya yakin bahwa mereka menghormati saya karena saya melakukan semuanya secara jujur, setia dan penuh komitmen dengan nilai-nilai klub ini. Saya berharap manajer baru juga akan melakukan hal seperti itu,” tambahnya.

Meski sebelumnya sempat mengutarakan niat untuk melanjutkan karier kepelatihan dirinya di luar Inggris, namun Wenger kali ini mengaku masih belum ingin memikirkan mengenai rencana masa depan dirinya saat ini.

“Saya hanya ingin fokus melakukan pekerjaan saya sampai menit terakhir saya berada di Arsenal. Jadi saat ini saya hanya memikirkan tentang pertandingan menghadapi Huddersfield. Setelah itu saya baru akan memikirkan mengenai langkah apa yang akan saya ambil untuk masa depan,” tutupnya.

Cetak Tiga Assist, Pep Sanjung Sane

Pemain depan Manchester City, Leroy Sane tampil apik dalam pertandingan lanjutan Premier League melawan Brighton & Hove Albion tengah pekan ini. Pep Guardiola yang sempat khawatir dengan kondisi fisik Sane sebelum pertandingan melayangkan pujian setelah melihat performa impresif Sane tersebut.

Dalam pertandingan itu The Citizen sukses mengamankan tiga angka dengan menundukkan lawannya dengan skor meyakinkan 3-1. Meski tidak berhasil mencatatkan namanya di papan skor, namun Sane memiliki andil besar dalam kemenangan tersebut berkat tiga assist yang ia berikan kepada Danilo, Bernardo Silva, dan Fernandinho.

Melihat aksi gemilang sane dalam pertandingan itu, Pep tanpa ragu memuji pemain berusia 22 tahun itu sebagai pemain kelas dunia. Ia mengaku sangat terkejut dengan performa dan tiga assist yang diciptakan oleh Sane dalam kemenangan timnya tersebut.

“Saya senang dengan apa yang ia berikan dalam pertandingan ini. Namun saya yakin bahwa dirinya masih bisa melakukan hal yang lebih baik lagi,” ucap Pep.

“Hal-hal seperti ini memang sangat mungkin terjadi dalam satu pertandingan karena selama semusim begitu banyak pertandingan yang akan dijalani. Dengan melihat performa Sane seperti ini saya kira semua pemain belakang lawan akan sangat kesulitan untuk menghadapi dirinya,” lanjutnya.

“Saya sempat khawatir dengan kebugaran dirinya karena dalam pesta juara yang kami lakukan akhir pekan lalu dirinya terlihat begitu banyak menari. Jadi saya sempat takut dirinya mengalami kelelahan. Namun melihat performa dirinya dalam pertandingan ini saya tahu dia telah menari dengan baik dan juga bermain dengan sangat baik pula,” tutup mantan pelatih Bayern Munich tersebut.

Sepanjang musim ini Sane tercatat telah memberikan kontribusi berupa 14 gol dan 16 assist bagi Manchester City di semua ajang yang mereka jalani musim ini.

Andai Kehilangan Can, Liverpool Inginkan Khedira

Liverpool terancam akan ditinggal salah satu pemain kunci mereka pada bursa transfer musim panas nanti. Pemain yang dimaksud yakni Emre Can yang tak kunjung memperpanjangan kontrak hingga saat ini.

Melihat situasi ini, pihak manajemen The Reds kabarnya sudah bersiap-siap untuk mencari pengganti Can andai pemain yang dimaksud benar-benar memutuskan untuk hengkang dari Anfield Stadium musim depan. Salah satu pemain yang masuk incaran Liverpool yakni Sami Khedira.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp disinyalir tertarik untuk bisa merekrut Khedira musim panas nanti karena menilai adanya persamaan dari permainan kedua pemain diatas. Selain mampu bermain menyerang, kedua pemain ini juga dapat bermain bertahan dengan sama bagusnya.

Performa Khediara musim ini bersama dengan Juventus juga tergolong sangat impresif. Mantan pemain Real Madrid itu tercatat sukses menyumbangkan sembilan gol dan tujuh assist dalam 38 pertandingan yang dijalani di semua kompetisi.

Mengetahui ketertarikan Juventus terhadap Can, maka Liverpool diyakini akan berusaha keras untuk memaksa Juventus agar bersedia melepaskan Khedira ke Anfield musim panas nanti.

Ketertarikan Juventus terhadap Can diyakini merupakan proyek jangka panjang mereka mengingat saat ini beberapa penggawa kunci di lini tengah mereka sudah berusia diatas 30 tahun seperti Claudio Marchisio dan Blaise Matuidi.

Andai transfer ini benar-benar terjadi maka kedua tim diyakini akan diuntungkan dengan kedatangan masing-masing pemain di tim mereka musim depan.

AC Milan Butuh Pembenahan di Lini Depan

Penyerang muda milik AC Milan Patrick Cutrone tampil mengejutkan musim ini dengan berhasil meraih predikat sebagai penyerang tertajam di timnya. Meski Cutrone berhasil tampil gemilang namun Rossoneri dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga dari penyerang baru pada musim depan.

Pada bursa transfer musim panas lalu sebenarnya Milan sudah melakukan beberapa perekrutan untuk posisi penyerang. Mereka sukses mengamankan jasa beberapa nama pemain seperti Andre Silva, Nikola Kalinic hingga Fabio Borini. Akan tetapi, performa mereka justru kalah dibandingkan dengan yang ditampilkan oleh Cutrone.

Penyerang berusia 20 tahun yang dipercaya untuk memperkuat skuat utama Milan setelah sebelumnya hanya berstatus sebagai pemain primavera Milan tampil tajam dengan torehan 16 gol dari 44 pertandingan dari semua kompetisi. Jumlah tersebut unggul cukup jauh dari torehan 10 gol Andre Silva dan lima gol dari Kalinic dan juga Borini.

Melihat performa yang ditunjukkan oleh Cutrone pada musim ini, banyak yang menilai ia akan memiliki karier yang gemilang di masa depan mengingat dirinya saat ini masih berusia sangat muda.

Meski begitu pemain legendaris Inter Milan, Beppe Bergomi mengutarakan pendapat yang sedikit berbeda. Ia menilai bahwa Cutrone tidak akan cukup untuk menjadi andalan di lini depan Milan pada musim depan.

“Jika melihat performa para penyerang baru Milan musim ini, maka kita bisa melihat bahwa mereka semua mengalami kesulitan,” ujar Bergomi.

“Saya kira klub ini akan benar-benar sangat membutuhkan seorang striker yang bisa memberikan peran penting di lini depan mereka pada musim depan. Mereka harus bisa mendatangkan penyerang hebat pada bursa transfer musim panas nanti,” tutupnya.

Arteta Masuk Bursa Pengganti Wenger

Arsenal sudah dipastikan akan berada di bawah asuhan pelatih anyar untuk musim depan setelah manajer mereka, Arsene Wenger memutuskan untuk mengakhiri kariernya bersama dengan klub London tersebut. Sejak pengumuman itu diutarakan oleh Wenger banyak nama-nama yang terus dikaitkan dengan posisi manajer Arsenel tersebut. Salah satu sosok yang dianggap tepat mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Wenger adalah mantan pemain Arsenal, Mikel Arteta.

Akhir pekan lalu menjadi laga terakhir Wenger memimpin The Gunners tampil di Emirates Stadium. Dalam pertandingan menghadapi Burnley di ajang Premier League, Wenger sukses mempersembahkan kemenangan telak dengan skor 5-0 untuk para pendukung Arsenal. Hasil ini cukup indah untuk mengakhir karier 22 tahun Wenger bersama dengan Arsenal.

Beberapa nama yang sempat dihubungkan dengan posisi manajer Arsenal di musim depan adalah Massimiliano Allegri, Luis Enrique, Zeljko Buvac hingga Mikel Arteta.

Meski saat ini Arteta hanya berstatus sebagai asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City, mantan pemain belakang Arsenal Djohan Djourou justru menilai bahwa Arteta adalah sosok paling tepat untuk mengisi kekosongan tersebut.

“Tidak akan mudah ketika kita ditinggal oleh seorang manajer yang telah begitu lama bekerja dengan baik bersama sebuah klub. Beberapa musim terakhir mungkin mereka tidak menghadirkan hasil yang cukup bagus. Akan tetapi, dengan semua yang telah ia berikan kepada klub ini saya kira tidak akan ada seorang pun yang bisa menggantikan dirinya,” ucap Djourou.

“Namun saya melihat ini adalah sebuah langkah baru dan awal baru untuk memulai kembali semuanya. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, saya rasa klub harus mampu merekrut seorang manajer muda yang mempunyai filosofi permainan yang baik,” tambahnya.

“pengalaman yang dimiliki oleh Allegri dan Luis Enrique tidak perlu diragukan lagi. Namun saya merasa bahwa sosok yang tepat untuk menggantikan posisi Wenger adalah Arteta. Ia telah bekerja di bawah arahan Guardiola sehingga memiliki mentalitas yang tidak perlu diragukan lagi. Ia juga pernah bermain untuk klub ini. Akan tetapi, saya tidak tahu keputusan apa yang akan diambil oleh pihak manajemen nantinya. Namun saya yakin mereka membutuhkan sosok yang memiliki pemikiran hebat dalam hal taktik dan filosofi permainan untuk bisa membawa klub ini sukses di masa mendatang,” tutupnya.

Prancis Tanpa Koscielny di Piala Dunia 2018

Kabar buruk menghampiri skuat Prancis menjelang dimulainya turnamen akbar Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia pada bulan depan. Salah satu pemain belakang Prancis, Laurent Koscielny dipastikan tidak akan ambil bagian dalam ajang tersebut karena mengalami masalah cedera.

Cedera tersebut didapatkan Koscielny saat dirinya membela Arsenal di ajang Liga Europa tengah pekan lalu. Turun sebagai starter dan memegang ban kapten, pemain berusia 32 tahun itu hanya mampu tampil beberapa menit sebelum digantikan karena jatuh dalam posisi kaki yang salah dan terlihat menderita robek otot achilles.

Melihat cedera yang dialami oleh anak asuhnya tersebut, manajer Arsenal, Arsene Wenger khawatir bahwa Koscielny akan melewatkan gelaran Piala Dunia 2018 ini karena tidak mungkin dapat pulih dengan rentang waktu sekitar 1 bulan kedepan.

Kepastikan absennya Koscielny ini langsung dikonfirmasikan oleh pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps. Meski tidak mengungkapkan secara jelas cedera apa yang dialami oleh Koscielny, namun dirinya memastikan akan kehilangan salah satu pemain belakangnya tersebut dan mengaku turut bersedih dengan situasi yang dihadapi oleh Koscielny.

“Kami mendapatkan kabar yang sangat tidak menyenangkan untuk tim ini. Cedera memang tidak pernah datang kepada pemain pada waktu yang tepat,” ucap Deschamps.

“saya ikut merasakan kesedihan yang ia rasakan karena saya tau ajang ini akan menjadi suatu hal yang istimewah bagi dirinya. Saya berharap dirinya bisa menjalani pemulihan dengan baik dan segera kembali bermain. Saya sangat yakin dengan kemampuan yang dimilikinya dan saya yakin masih ada beberapa hal yang bisa ia berikan di waktu mendatang,” tutupnya.

Andai benar cedera yang dialami oleh Koscielny saat ini adalah cedera robek otot achilles, maka diperkirakan dirinya baru akan bisa tampil lagi dalam waktu enam bulan ke depan.

Rangers Resmi Angkat Legenda Liverpool Sebagai Pelatih Baru

Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard akhirnya memulai kariernya sebagai manajer sebuah klub usai memutuskan untuk gantung sepatu beberapa waktu yang lalu. Kepastian ini didapatkan usai klub asal Skotlandia, Rangers FC resmi mengangkat dirinya sebagai manajer baru mereka.

Kontrak Gerrard bersama dengan Ranger akan berlaku hingga empat tahun ke depan. Penunjukkan Gerrard ini juga tidak lepas dari hasil buruk yang diterima Ranger dalam pertandingan derby melawan musuh bebuyutan mereka, Celtic. Dalam laga tersebut Ranger dibungkam dengan skor sangat telak yakni 0-5.

“Saya sangat tersanjung karena sudah dipercaya untuk menjadi manajer baru Rangers. Ini merupakan sebuah klub besar dengan tradisi dan sejarah yang hebat. Saya selalu menghormati klub ini,” ucap Gerrard.

“Saya ingin segera memulai perjalanan baru saya ini bersama dengan Rangers dan berharap dapat melanjutkan kesuksesan yang pernah klub ini raih sebelumnya,” tambahnya.

Meski rumor mengenai pengangkatan Gerrard sebagai manajer Rangers telah beredar beberapa pekan terakhir, namun hal ini tentu cukup mengejutkan mengingat sebelumnya Gerrard hanyalah berstatus sebagai manajer Liverpool U-18.

Meski baru secara resmi ditunjuk sebagai manajer baru Rangers, namun tugas berat telah menanti Gerrard karena ia diharapkan akan mampu membawa Rangers untuk bersaing di papan atas liga Skotlandia.

Gerrard mungkin akan menjalani debutnya sebagai manajer Rangers saat timnya bentrok dengan Kilmarnock akhir pekan ini. Dalam partai ini kemenangan menjadi harga mati bagi Rangers mengingat jika mereka ingin memastikan satu tiket ke ajang Liga Europa musim depan, maka mereka harus berhasil meraih enam angka dari tiga laga tersisa musim ini.

Meski terbilang saat ini masih sangat minim pengalaman, namun pemilik Rangers, Dave King mengutarakan keyakinan dirinya terhadap kemampuan Gerrard dan merasa bahwa Gerrard akan menjadi sosok yang tepat bagi Rangers.

“Kami menjalin negosiasi yang sangat positif bersama Steven. Ia telah memberi kami kepercayaan selama proses negosiasi dan dengan melihat pengalaman yang ia miliki selama bergelut di bidang ini, kami yakin ia akan membawa kami kepada kesuksesan yang kami inginkan,” ungkap King.

Modal Liverpool Untuk Taklukkan Madrid

Final Liga Champions akan mempertemukan Real Madrid dan Liverpool. Meski Madrid lebih diunggulkan namun banyak pihak yang meyakini bahwa Liverpool memiliki modal besar untuk memberikan kejutan kepada Madrid.

Kedua tim memang dipastikan akan saling bentrok di partai puncak usai masing masing berhasil menjungkalkan lawan mereka di babak semifinal. Madrid sukses membungkam tim kuat asal Jerman, Bayern Munich dengan keunggulan agregat 4-3. Sementara itu, Liverpool sukses melewati hadangan dari AS Roma dengan keunggulan agregat 7-6.

Kedua tim juga akan mengusung ambisi besar dalam pertandingan tersebut. Pasalnya, jika Madrid berhasil keluar sebagai juara maka gelar ini akan menjadi gelar juara ketiga mereka secara beruntun dalam tiga tahun terakhir sekaligus menjadi gelar juara ke-13 mereka di ajang paling bergengsi antar klub Eropa. Sementara itu Liverpool menargetkan gelar juara untuk mengakhiri puasa gelar mereka yang sudah berlangsung cukup lama.

Mantan penggawa Liverpool, Craig Bellamy dan Danny Murphy mencoba memberikan pandangan mereka mengenai pertandingan Final Liga Champions tersebut. Keduanya kompak menyatakan bahwa Liverpool berada dalam posisi yang sangat baik untuk bisa meraih gelar juara Liga Champions musim ini.

“Saya melihat kelemahan Madrid dalam hal taktik bermain saat mereka menghadapi Juventus. Gaya bermain Madrid akan sangat disukai oleh LIverpool karena Madrid tidak mengejar pemain yagn berlari dan Liverpool memiliki kans untuk menyakiti mereka dari sana. Madrid memang unggul dalam hal pengalaman, namun saya kira kekuatan mereka tidak sebaik beberapa musim terakhir. Saya kira kans Liverpool untuk menang sangat bagus,” ucap Bellamy.

“Saya kira satu-satunya hal yang membuat Madrid unggul dari Liverpool adalah pengalaman mereka. Selain itu semua terlihat sangat bagus untuk Liverpool,” tambahnya.

Penilaian Bellamy juga diamini oleh Murphy. Dirinya juga sependapat bahwa gaya bermain Madrid akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Liverpool nantinya.

“Peluang Liverpool untuk dapat juara sangat terbuka lebar. Saya kira mereka akan mendapatkan begitu banyak peluang di lini belakang Madrid. Jika dapat memilih saya yakin Liverpool tetap akan lebih memilih bermain melawan Madrid daripada menghadapi Bayern Munich,” ungkap Murphy.

“Liverpool memiliki satu hal yang berbeda musim ini. Selain itu, jika kita melihat bagaimana Tottenham Hotspur mampu mengalahkan Madrid di babak fase grup, kita akan menyadari bahwa Madrid memang memiliki masalah dengan energi yang ditunjukkan oleh para pemain Spurs terutama oleh para pemain pelari mereka,” tutupnya.