Akhiri Kontrak Sarri, Napoli Angkat Ancelotti

Masa Kerja Maurizio Sarri akhirnya berakhir bersama dengan Napoli. Usai kepastian tersebut, Partenopei langsung mendapatkan pelatih anyar untuk menggantikan Sarri yakni Carlo Ancelotti.

Beberapa pekan terakhir masa depan Sarri memang terus dipertanyakan menyusul keraguan dirinya untuk bertahan atau hengkang dari Napoli pada musim depan.

Napoli yang tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan kepastian akhirnya memilih untuk tidak memberikan kontrak anyar lagi kepada pelatih berusia 59 tahun tersebut. Meski demikian, Aurelio De Laurentiis selaku presiden klub menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan oleh Sarri kepada Napoli selama tiga tahun terakhir.

“Saya sangat berterima kasih kepada Sarri atas apa yang telah ia berikan kepada klub ini. Ia menghadirkan prestise dan emosi untuk seluruh fans kami di seluruh dunia dengan memainkan sepakbola menyerang yang sangat menghibur dan dikagumi di mana-mana,” tulis De Laurentiis di salah satu akun resminya.

Sarri mulai dipercaya menangani Napoli sejak tahun 2015 silam. Selama menangani klub asal Naples itu, Sarri sukses membawa Napoli finish sebagai runner-up selama dua musim dan sekali mengakhiri musim di posisi keiga klasemen Serie A.

Musim ini Napoli dibawa tampil gemilang dengan berhasil meraih 91 poin. Itu merupakan poin tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicatatkan oleh Napoli meski mereka gagal meraih gelar Scudetto musim ini.

Tercatat Sarri sukses membukukan 148 penampilan bersama dengan Napoli dengan rincian meraih 98 kemenangan dan masing masing 25 laga diakhiri dengan hasil imbang dan kekalahan.

Usai menyampaikan salam perpisahan kepada Sarri, De Laurentiis langsung mengumumkan kesepakatan kontrak yang telah dijalin Napoli dengan Carlo Ancelotti. Mantan pelatih AC Milan itu dikontrak dengan durasi tiga tahun ke depan.

“Pihak klub dengan gembira menyampaikan kesepakatan kontrak yang terjalin dengan Carlo Ancelotti. Ia akan memimpin tim selama tiga tahun ke depan,” tulis pernyataan resmi Calcio Napoli.

“Ancelotti belum kembali melatih sejak dipecat oleh Bayern Munich pada bulan September tahun lalu. Ini juga merupakan kepulangan pertama Ancelotti ke ajang Serie A setelah hampir satu dekade melatih di luar Italia.

Romero lewatkan Piala Dunia 2018

Kabar buruk menghampiri skuat tim nasional Argentina jelang perhelatan Piala Dunia 2018 bulan depan. Salah satu penggawa La Albiceleste, Sergio Romero dipastikan absen dalam ajang tersebut karena mengalami cedera lutut.

Penjaga gawang Manchester United itu sebenarnya menjadi salah satu dari tiga kiper yang akan dibawa oleh pelatih Jorge Sampaoli ke Rusia bulan depan. Nama Romero masuk ke dalam daftar skuat yang telah diumumkan pada awal pekan ini.

Akan tetapi, akibat cedera lutut yang dialami oleh Romero beberapa saat usai pengumuman daftar skuat membuat tim nasional Argentina mencoret nama Romero dari daftar tersebut.

“Lutut kanan Sergio Romero mengalami masalah karena adanya penyumbatan di bagian sendi. Melihat kondisi dirinya saat ini, tim akhirnya harus mengambil keputusan dengan mencoret namanya dari daftar skuat yang akan dibawa ke Rusia bulan depan,” bunyi pernyataan Federasi Sepakbola Argentina (AFA).

Usai pencoretan tersebut, pihak federasi langsung memasukkan nama penjaga gawang milik klub Tigres UANL, Nauel Guzman. Ia akan bersaing bersama dengan Willy Caballero dan Franco Armani untuk mengamankan posisi sebagai penjaga gawang utama Argentina dalam turnamen empat tahun tersebut.

Tim nasional Argentina tentu menargetkan gelar juara kali ini usai pada gelaran sebelumnya hanya mampu menjadi runner-up usai ditaklukkan oleh Jerman di laga final. Argentina yang tergabung di Grup D kali ini akan mendapatkan hadangan dari Nigeria, Kroasia dan Islandia dalam upaya mereka untuk bisa lolos ke babak fase knockout.

Cazorla Resmi Tinggalkan Arsenal

Gelandang asal Spanyol, Santi Cazorla dapat bergabung bersama dengan tim lain secara gratis pada musim depan setelah pihak Arsenal tidak memberikan perpanjangan kontrak kepada dirinya usai kontrak sang pemain berakhir pada akhir musim ini.

Sejak direkrut dari Malaga pada tahun 2012 lalu, Cazorla sebenarnya menjadi salah satu pemain andalan di lini tengah The Gunners. Tercatat ia berhasil membukukan 180 penampilan dengan sumbangsih berupa 29 gol dan 46 assist. Ia juga berhasil mengangkat dua gelar piala FA bersama dengan Arsenal.

Namun cedera achilles yang dialami Cazorla membuat kariernya terhambat bersama dengan Arsenal. Akibat cedera tersebut, ia harus menjalani berbagai operasi yang memaksa dirinya harus menepi dari lapangan dalam waktu yang lama.

Kepastian hengkangnya Cazorla ini langsung disampaikan oleh pihak klub Arsenal dalam salah satu akun resmi mereka. Dalam keterangan tersebut pihak The Gunners berterima kasih atas apa yang telah diberikan oleh Cazorla selama berkarier bersama dengan klub London Utara tersebut.

Sang pemain juga tidak lupa memberikan ucapan perpisahan untuk seluruh tim dan fans The Gunners. Ia mengaku merasa sedih karena harus meninggalkan Emirates Stadium pada musim depan.

“Saya merasa sedih untuk meninggalkan klub ini setelah sebelumnya berhasil meraih beberapa momen yang hebat di dalam karier saya. Saya sangat menikmati waktu bersama klub ini selama ini dan momen-momen hebat yang kami catatkan akan selalu saya ingat selalu nantinya,” buka Cazorla.

“Momen terhebat adalah saat kami berhasil meraih gelar piala FA tahun 2014. Itulah momen yang sangat spesial untuk saya dan juga pihak klub. Saya ingin berterima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan kepada saya selama ini dan saya bangga menjadi bagian dari klub hebat ini,” tutupnya.

Martinez Pimpin Belgia Hingga Piala Dunia Qatar

Federasi Sepakbola Belgia (RBFA) baru saja memperpanjang masa bakti pelatih tim nasional Belgia, Roberto Martinez hingga tahun 2022 mendatang. Kontrak baru ini menambah masa kerja Martinez selama dua tahun mengingat kontrak sebelumnya hanya bertahan hingga gelaran Piala Eropa 2020 usai. Martinez yang dipercaya menggantikan posisi Marc Wilmots usai Piala Eropa 2016 lalu itu sukses membawa Belgia tampil apik di kualifikasi Piala Dunia 2018. Ia sukses membawa Belgia lolos sebagai juara grup dengan membukukan sembilan kemenangan.

Sejauh ini Martinez tercatat telah menjalani 17 pertandingan bersama dengan tim nasional Belgia dan sukses membukukan persentase kemenangan sebesar 70,6 persen. Hasil itu didapat dari 12 kemenangan dan satu kekalahan selagi empat pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Melihat catatan yang ditorehkan oleh Martinez tersebut, pihak Federasi Sepakbola Belgia tanpa ragu memberikan dirinya perpanjangan kontrak yang akan menahan Martinez hingga gelaran Piala Dunia empat tahun mendatang yang akan digelar di Qatar usai.

Selain Martinez, Federasi Sepakbola Belgia juga memperpanjang kontrak asisten pelatih Graeme Jones dan Richard Evans. Namun hal berbeda dialami oleh Thierry Henry yang juga turut membantu kerja Martinez selama ini. Mantan penyerang Arsenal itu belum mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak karena dirinya terus diisukan akan mengisi posisi kosong manajer Arsenal musim depan selepas hengkangnya Arsene Wenger.

“Kami berterima kasih kepada Martinez yang sangat memahami kualitas pemain-pemain muda kami saat ini dan ia membangun hubungan yang baik dengan para pemain kami,” bunyi pernyataan resmi dari RBFA.

“Kedua belah pihak menyepakati kontrak yang ada seperti halnya saat pertama kali kami menyepakati sebuah kontrak pada tahun 2016. Kontrak ini sekaligus menjadi bukti apresiasi kami atas motivasi dan semangat yang ditunjukkan oleh Martinez untuk terus memimpin tim ini di masa mendatang,” lanjut pernyataan dari RBFA.

“Sejak dipercaya untuk memimpin tim ini pada tahun 2016, Martinez terus mengamati talenta-talenta muda yang kami miliki dengan terus mengunjungi sebuah klub maupun akademi yang berbeda. Hal itu menunjukkan ambisi dirinya untuk terus menemukan pemain terbaik untuk bisa memperkuat tim ini,” tutup pernyataan RBFA.

Ingin Pertahankan Alisson, Roma Tolak Tawaran Real Madrid

Klub raksasa Spanyol, Real Madrid kabarnya tertarik untuk bisa mendapatkan jasa penjaga gawang milik AS Roma, Alisson Becker. Akan tetapi, usaha Los Blancos untuk bisa mendapatkan kiper asal Brasil itu dipastikan tidak akan berjalan dengan mudah karena kabarnya tawaran yang diberikan oleh Madrid sudah ditolak langsung oleh AS Roma.

Hengkangnya Wojciech Szczesny pada bursa transfer musim panas tahun lalu seperti memberikan berkah tersendiri bagi Alisson. Pasalnya, sebelumnya Alisson hanya dijadikan pelapis Szczesny. Musim ini kiper utama Roma diberikan kepada Alisson setelah Szczesny memutuskan bergabung bersama dengan Juventus.

Mendapatkan kepercayaan untuk menjadi kiper utama Roma musim ini, Alisson membuktikan kualitas dirinya dengan tampil gemilang di bawah mistar Il Lupi. Bahkan dirinya dianggap menjadi salah satu pemain dengan performa terbaik di Eropa musim ini. Hal itulah yang membuat Madrid kepincut untuk bisa mendapatkan jasanya musim depan.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Madrid terlihat sangat serius untuk bisa mengamankan tanda tangan Alisson musim depan. Pihak manajemen El Real diyakini telah melayangkan tawaran resmi kepada AS Roma untuk bisa mendapatkan kiper berusia 25 tahun tersebut.

Namun tawaran dari Real Madrid itu kabarnya langsung ditolah mentah-mentah oleh pihak AS Roma. Klub Italia itu diyakini tidak akan menerima tawaran dari Madrid jika angka yang ditawarkan berada di bawah 87 juta Pounds sesuai dengan yang ditetapkan oleh Roma bagi klub manapun yang meminati jasa Alisson musim depan.

Roma juga tidak merasa khawatir dengan komitmen Alisson karena kabarnya kiper yang juga sempat dikaitkan dengan klub Premier League, Liverpool itu sudah siap memperpanjang kontraknya di Olimpico Stadium.

Eintracht Frankfurt Akhiri Puasa Gelar 30 Tahun DFB-Pokal

Kejutan tercipta dalam laga final DFB-Pokal musim ini antara Bayern Munich menghadapi Eintracht Frankfurt. Dalam laga tersebut, Frankfurt berhasil keluar sebagai juara usai menaklukkan Bayern dengan skor meyakinkan 3-1. Gelar ini menjadi pemutus puasa gelar Frankfurt di ajang DFB-Pokal yang sudah berlangsung selama 30 tahun.

Dalam pertandingan yang dilangsung di Olympiastadion itu, Bayern sebenarnya tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, lewat skema serangan balik cepat yang dijalankan oleh para pemain Frankfurt, gawang Bayern harus rela dibobol tiga kali.

Frankfurt berhasil unggul cepat tepatnya pada menit ke-11 melalui Ante Rebic. Memanfaatkan kesalahan dari James Rodriguez, kerjasama Ante Rebic dan Kevin-Prince Boateng berbuah gol pembuka untuk Frankfurt.

Tertinggal satu gol, Bayern terus menggempur lini belakang Eintracht Frankfurt, namun hingga peluit tanda 45 menit babak pertama berakhir tak ada lagi gol tambahan.

Memasuki babak kedua usaha Bayern akhirnya membuahkan hasil tepatnya pada menit ke-53. Penyerang andalan The Bavarian, Robert Lewandowski sukses menyamakan kedudukan usai memaksimalkan assist dari Joshua Kimmich.

Usai berhasil menyamakan kedudukan, Bayern terus mendominasi jalannya pertandingan dan berusaha mencari gol kedua. Akan tetapi, Bayern yang keasyikan menyerang membuat lini belakang mereka kecolongan dan hal ini berhasil dimanfaatkan oleh Rebic untuk mencetak gol kedua dirinya pada menit ke-82. Meski sempat diragukan karena dianggap telah terjadi pelanggaran, namun gol tersebut akhirnya disahkan setelah wasit Felix Zwayer melihat video assistant referee (VAR).

Di masa injury time Frankfurt berhasil memastikan kemenangan usai Mijat Gacinovic berhasil membobol gawang Bayern untuk mengubah skor pertandingan menjadi 3-1 untuk keunggulan tim besutan pelatih Niko Kovac tersebut.

Agen Jorginho Tak Menampik Kans Kliennya Gabung City

Manchester City kabarnya tertarik untuk bisa mengamankan jasa gelandang milik Napoli, Jorginho pada bursa transfer musim panas ini. Agen sang pemain, Joao Santos mencoba menanggapi perihal rumor tersebut.

Jorginho memang menjadi salah satu pemain penting dalam skuat Napoli musim ini. Berkat performa apik yang ditampilkan dirinya, gelandang berusia 26 tahun itu hanya absen bermain dalam lima laga Serie A.

Melihat kontribusi yang diberikan oleh Jorginho musim ini kepada Napoli, tim besar Premier League, Manchester City kabarnya tertarik untuk bisa mendapatkan jasa pemain yang bersangkutan pada musim depan. Kabar ini berhembus kencang meski sampai saat ini belum diketahui adanya tawaran resmi yang dilayangkan oleh pihak City kepada Jorginho.

Melihat situasi ini, Joao Santos menegaskan bahwa masa depan Jorginho sepenuhnya ada di tangan Napoli karena sang pemain saat ini masih terikat kontrak hingga tahun 2020 mendatang.

“Jorginho masih memiliki kontrak bersama dengan Napoli untuk dua tahun kedepan. Akan tetapi, jika terjadi kesepakatan antara City dan Napoli maka tidak akan ada masalah jika dirinya pindah ke Manchester musim depan,” buka Santos.

“Tidak ada masalah terkait bergabung bersama dengan klub Inggris karena seperti yang kita ketahui tim-tim disana memainkan peran yang penting. Namun saya ulangi lagi bahwa semua keputusan akan ditentukan oleh pihak klub karena kami masih menyisakan kontrak dua tahun disini,” tambahnya.

“City berhasil memenangi gelar Premier League musim ini dan tengah membangun skuat untuk menjadi salah satu tim elite di Eropa. Namun saat ini kami tidak terlalu memikirkan hal itu. Jika terjadi kesepakatan antara City dan Napoli maka kami siap untuk melakukan pembicaraan. Jika tidak maka saya yakin Jorginho akan senang untuk tetap membela Napoli musim depan. Saat ini belum ada pembicaraan apapun dengan pihak Napoli karena saya kira mereka tengah sibuk mempersiapkan rencana untuk menjalani kompetisi musim depan,” sambungnya.

“Saya berharap dalam waktu dekat ini akan ada pembicaraan dengan petinggi klub. Saya kira dalam seminggu ke depan dirinya akan berada di Naples dan mulai mendiskusikan mengenai masa depan klien kami,” tutupnya.

Chiellini Ambil Alih Ban Kapten Juventus

Penjaga gawang Juventus, Gianluigi Buffon akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kariernya bersama dengan Juventus akhir musim ini. Tugas kapten tim yang saat ini diemban oleh Buffon akan diserahkan kepada bek tangguh Juventus, Giorgio Chiellini.

Usai terus beredar kabar mengenai masa depan dirinya selepas musim ini berakhir, Buffon akhirnya secara resmi mengkonfirmasikan bahwa ia akan mengakhiri karier 17 tahun dirinya bersama dengan Bianconeri.

Ban kapten yang telah disematkan kepada Buffon sejak tahun 2012 lalu usai kepindahan dari Alessandro Del Piero tentu akan diberikan kepada pemain lain pada musim depan setelah pengumuman resmi mengenai masa depan dirinya yang langsung dikonfirmasikan oleh Buffon.

Mengenai posisi kapten tim tersebut, pemain berusia 40 tahun itu merasa bahwa Chiellini adalah sosok yang tepat untuk bisa menggantikan peran dirinya memimpin Juventus musim depan. Apalagi dirinya sudah sangat mengenal sosok bek berusia 33 tahun itu baik saat di dalam lapangan ataupun di luar lapangan.

“Tidak ada saran yang bisa saya sampaikan kepada Giorgio karena kami sebenarnya menjalankan peran yang sama baik saat di dalam lapangan ataupun di ruang ganti selama 13 tahun lamanya,” ucap Buffon.

“Saya merasa bahwa Giorgio adalah sosok yang sempurna untuk bisa menjalankan tugas ini dan saya mendoakan yang terbaik untuk dirinya,” tambah mantan kiper Parma tersebut.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa rekor tak terkalahkan di ajang Serie A merupakan andil dan tergantung kepada saya. Giorgio memainkan peran penting disana dan saya yakin ia akan membuat saya tak dirindukan karena performa dirinya,” tutupnya.

Hajar Marseille, Atletico Madrid Berjaya di Liga Europa

Wakil La Liga, Atletico Madrid memastikan diri sebagai juara Liga Europa musim 2017/2018. Tim berjuluk Los Colchoneros itu tampil gemilang di laga final dengan membungkam lawannya, Marseille dengan skor telak tiga gol tanpa balas.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Groupama Stadium, Lyon bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann sukses membawa timnya unggul satu gol selama 45 menit pertama. Gol tersebut berhasil ia ciptakan tepatnya pada menit ke-21.

Di awal babak kedua pemain yang santer dikabarkan akan segera hengkang dari Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas nanti itu berhasil menggandakan keunggulan timnya sekaligus mencatatkan namanya untuk kedua kali di papan skor. Gol tersebut diciptakan oleh Griezmann setelah mendapatkan umpan matang dari rekan setimnya, Koke. Mendapatkan situasi berhadapan langsung dengan kiper Marseille, Mandanda penyerang tim nasional Prancis itu dengan tenang menjebol gawang lawannya tersebut pada menit ke-49.

Usai tertinggal dua gol, para pemain Marseille terlihat berupaya keras untuk bisa memperkecil kedudukan. Beberapa peluang emas sempat mereka dapatkan namun tak kunjung membuahkan hasil. Salah satu kans terbaik yang didapatkan Marseille yakni peluang yang didapatkans oleh Konstantinos Mitroglou pada menit ke-81. Namun tandukkan pemain berpaspor Yunani itu hanya membentur tiang gawang Atletico Madrid yang dikawal oleh Jan Oblak.

Menjelang pertandingan berakhir, tim besutan pelatih Diego Simeone itu akhirnya memastikan kemenangan dan dominasi mereka di pertandingan ini dengan menambah satu gol lagi dari kapten tim, Gabi. Mendapatkan sodoran matang dari Koke, Gabi sukses menjebol gawang Marseille untuk ketiga kalinya pada menit ke-89.

Skor 3-0 ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan Atletico dipastikan keluar sebagai yang terbaik di kompetisi kasta kedua Eropa tersebut musim ini.

Pogba Ingin Jadi Yang Terbaik di Piala Dunia 2018

Selain berambisi untuk membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia pada bulan
depan. Pemain tengah Les Bleus, Paul Pogba juga mengusung satu misi pribadi.

Meski sukses mencapai putaran final Piala Dunia 2018, langkah Prancis tidaklah berjalan
dengan mudah. Performa tim sempat dipertanyakan menyusul dua hasil mengecewakan
yang diraih oleh tim nasional Prancis saat berhadapan dengan Swedia dan Luksemburg.

Salah satu pemain yang paling disoroti dalam hasil negatif tersebut adalah Pogba.
Bintang Manchester United itu dianggap tampil di bawah ekspektasi dan gagal
memberikan kemampuan terbaik dirinya untuk tim. Karena itu, Pogba ingin memberikan
bukti kualitas dirinya di ajang Piala Dunia nanti.

“Saya harap ini waktu yang tepat bagi saya untuk membuktikan kepada semua orang,”
buka Pogba.

“Saya akan berusaha memimpin tim baik di luar ataupun di dalam lapangan. Saya sudah
sering mendengar orang-orang mempertanyakan pengaruh saya untuk tim ini. Saya
berharap kali ini bisa menunjukkan performa terbaik dan membuktikan kepada semua
orang,” tambahnya.

“Tahun 2014 saya sempat menjadi pemain muda terbaik dan kali ini saya ingin menjadi
pemain terbaik untuk keseluruhan. Saya kira itu akan menjadi sebuah pembuktian dan
suatu hal yang akan sangat menyenangkan,” tutupnya.

Untuk bisa memenuhi ambisinya tersebut, pertama-tama Pogba harus memimpin Prancis
melewati hadangan dari Australia, Peru, dan Denmark di babak fase grup terlebih
dahulu.